Tuesday, 15 May 2012

Tiga Karakteristik Motor "Dzalim"

Dari judulnya saja sudah cukup menyeramkan, seakan-akan motor itu diciptakan untuk menyakiti orang lain. Sulit memang. Akan tetapi, bukan itu yang saya maksud, namun yang dimaksud 'dzalim' di sini adalah 'kesempatan motor tersebut untuk membuat pengendara dibelakangnya merasa sedikit tidak nyaman, atau bahkan bisa nyaman', luar biasa. Jadi sudut pandang cerita ini adalah 'pengendara di belakang pengendara utama' atau 'korban di belakang tersangka'.

Berikut adalah karakteristiknya.

Motor Berknalpot Menjulang

Dalam artian, motor ini mempunyai ujung knalpot yang mengaarah ke atas, tepat mengenai wajah pengendara di belakangnnya.
Ilustrasi

Tentu saja Anda akan terkena "tinju-tinju" angin dari knalpot tersebut. Jika Anda mengenakan helm/visor tentu saja akan tidak terasa tinjuan tersebut. Akan tetapi, berbeda ceritanya jika tidak mengenakan apa-apa di kepala haha. Nikmatilah...

Motor Berspakbor Minimalis

Sekarang musim hujan (kadang hujan, kadang panas-panas terus hujan) bukan. Tentunya hal itu berimplikasi pada basahnya, beceknya, dan berairnya jalan-jalan yang akan kita tempuh. Hal itu juga akan berimplikasi pada tiap putaran roda sepeda motor kita akan menimbulkan suatu gaya. Gaya apakah itu?? Gaya-gayaan...

Monday, 14 May 2012

Membangun Peradaban dengan Ukhuwah


oleh Nuansa Mahardhika – MPK Agama Islam Reguler 6

Pelbagai fenomena anarkisme dan premanisme marak terjadi belakangan ini. Kekerasan yang tanpa sebab dan tanpa kebijakan yang jelas dijadikan pelaku utama untuk mengatasi segala permasalahan. Perbedaan pada cara pandang, cara pikir, dan cara penyikapan selalu berdampak pada kekerasan fisik antar golongan, bahkan antar kepentingan.

Tidak pernah ada penyelesaian yang menyeluruh untuk mengatasi hal tersebut. Aparatur penegak keamanan yang seharusnya berupaya menegakkan kedisplinan dan kenyamanan warga, juga tak beda dengan pelaku anarkisme tersebut. Mereka juga sering tersulut emosi dan akhirnya melakukan kekerasan juga, seperti api melawan api, batu melawan batu. Kekerasan sudah dijadikan tongkat sakti di negeri ini, tidak ada yang pernah menyentuh urgensi “ukhuwah” sebagai jalan keluar atau solusi terbaik.

Ukhuwah berarti persaudaraan atau pertalian kekeluargaan antara dua orang atau lebih yang dibalut dengan rasa saling mencintai, saling mengasihi, saling menjaga, dan saling mengingatkan ke dalam kebaikan. Dengan balutan ukhuwah kita diajarkan untuk saling tolong menolong, bersatu padu dalam keberagaman yang psati selalu ada. Setiap elemen masyarakat saling bersimpati, menaruh perhatian antara satu dengan yang lainnya dan bersikap empati dalam menghadapi permasalahan yang memuka. Ukhuwah sendiri dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathaniah, Ukhuwah Insaniah. 

Si Tole, Sandal, dan Kerudung

si Tole seperti biasa melaksanakan kegiatan perkuliahannya, seperti biasa juga, dia selalu mengkritisi apa yang dia lihat, bahkan ketika dia sedang bercermin (entah apa yang dilihat). Pada saat itu dia terkena rasukan setan hingga bertanya kepada dosennya mengenai masalah penggunaan kerudung.

si Tole         : "Kenapa ibu tidak mengenakan kerudung?", seperti biasa, pertanyaan yang polos.
 

Dosen Tole : "Emang harus?", jawaban pun harus lebih polos haha.
 

si Tole         : "Emangnnya engga harus??", dan semakin polos haha.
 

Dosen Tole  : "Haha Tole Tole, saya hanya belum mau kerudung", sudah tidak polos, klimaks end!

Sebenarnya saya sudah malas melanjutkan ceritanya, namun itu akan melanggar kekritisan si Tole yang teramat sangat kritis stadium empat.
Akhirnya saya lanjutkan..

si Tole    : "Lho, kenapa belum mau Bu? Belum BOTAK ya? Kan berkerudung itu perintah dari Allah Bu, dan merupakan peraturan dari Allah", haha semakin menjadi-jadi saja tampaknya si Tole ini bung.
 

Dosen Tole : "Bukan seperti itu nak Tole" mencoba bijak. "Akan tetapi saya harus menyiapkan mental, pengetahuan, iman, dan sebagainya. Saya merasa belum siap untuk mengenakan kerudung. Biarkan semua itu indah pada waktunya", begitulah jawabnya haha, dan buih-buih retorika pun terjadi di sini.
 

si Tole       : "Ooooooooohhhh, begitu Bu. Baiklah kalau begitu." Tole mengiyakan karena setan yang merasukinya sudah keluar dari tubuhnya, kekritisannya pun lesap, kasihan.

Pada pertemuan kelas berikutnya....

si Tole petantang-petenteng memasuki kelas.

Dosen Tole : "TOLE!!!!!" bentak Ibu Dosen, di sini tidak polos. Tole pun terhenyuk menekur, mengorek-ngorek bentakan tersebut.

Monday, 13 February 2012

Tarbiyah Dzatiyah

Unsur-unsur Tarbiyah
·         Adanya perbaikan
·         Tadaruj/Bertahap – sesuai dengan sunnatullah
·         Perkembangan pemahaman

Letak Penting Tarbiyah Dzatiyah
·         Karena kita tak selalu dekat dengan murabbi kita, atau selalu berada dalam lingkungan-lingkungan yang saleh
·         Alat pukul menghalau syaitan
·         Karena tanggung jawab di akhirat itu terletak pada masing-masing individu
·         Karena kaum kafir selalu menyerang, westernisasi

Sarana-Sarana Tarbiyah Dzatiyah
·         Menghidupkan ibadah-ibadah sunah (tanpa melupakan yang wajib)
·         Menghidupkan sunnah yang tampak “remeh-temeh”
·         Menelaah buku-buku yang bermanfaat
·         BERSAHABAT dengan orang-orang saleh

TARGET 

Cinta Ketaatan
Meninggalkan Maksiat
Mendekatkan diri pada terminal kebaikan

Tuesday, 23 August 2011

Merambah Ke Seberang

Aku adalah seorang pemuda yang penuh dahaga akan ilmu-ilmu baru. Segala macam momentum kucoba, segala macam kesempatan kuraih, demi mengimplementasikan "dahaga" tersebut. Aku tak bisa hanya berdiam pada satu pijakan, berdiam pada satu titik, pada satu pusat saja. Ilmu itu sporadis, tersebar dimana-mana, tidak pasif. Karenanya, merupakan suatu kebodohan jika kita INGIN ILMU NAMUN KITA DIAM. Tak lupa juga, kita harus ingat bahwa diam itu mati dan mati itu busuk. Mau kalian membusuk??

Disini aku hanya ingin menjelaskan mengenai pindahnya aku ke "seberang", aku ingin mencoba pengalaman baru tanpa melupakan jasa dari pengalaman-pengalaman lampau.

Diseberang sana adalah tempatku untuk 'mereflesikan' diri. Menuangkan refleksi hati kedalam sebuah untaian kata. Kusebut, REFLEKTITA.
Follow @nuansamdhika